Tolong Jangan Sapu Bedak Talkum Pada Alat Sulit Bayi Perempuan



Gambar Hiasan

Tolong Jangan Sapu Bedak Talkum Pada Alat Sulit Bayi Perempuan|Menjadi satu kebiasaan bagi ibu yang punya bayi untuk meletakkan bedak talkum pada seluruh tubuh bayi dengan alasan untuk mengelakkan ruam.tidak ketinggalan ibu akan meletakkan secara terus di bagian alat sulit bayi.
Tapi sebenarnya tindakan ini sangat berisiko terutama pada payi perempuan,rutin menyapu bedak kebagian sulut bayi perempuan boleh mengundang penyakit kanser berbahaya.
Menurut kajian kesan buruk ini berpunca dari bahan utama bedak talkum yang mengandungi magnesium silicate hydroxide dikenali sebagai talc,ia juga menjadi ramuan utama dalam bedak bayi,bedak berubat dan bedak wangi untuk tubuh termasuk berjenama terkenal.
Tacl telah dikenal pasti sejak dulu,sebagai bahan beracun yang zarahnya boleh menyebabkan tumor dalam ovari dan paru paru,beberapa kajian yang dibuat menemui zarah-zarah talc dalam tumor ovari wanita dan pengidap didapati kerap menyapu bedak talkum pada alat sulit mereka.
Risiko kanser ovari.
Zarah talc boleh sampai ke sistem pembiakan dan terbenam dalam lapisan ovari.berdasarkan Satu kajian dari Sekolah Perubatan Harvard di Boston membuktikan pemakaian talkum walaupun seminggu sekali menambahkan risiko kanser ovari 36 peratus dan 41 peratus kepada mereka yang memakainya setiap hari.
Dalam pada masa itu persatuan pengguna pulau pinang CAP sebelum ini juga pernah mendedahkan wanita yang memamaki bedak talkum 40 peratus lebih berisiko mengidap kanser ovari.jadi banyangka apa akan terjadi jika kita menyapu bedak talkum ini pada anak perempuan sejak usia bayi lagi.
Menyadari kesan ini ibu ibu dinasihatkan memakai bedak yang diperbuat dari tepung jangung atau tepung beras,ibu ibu pula digalakkan guna minyak sapu,bukan bedak talkum bagi merasai masalah ruam pada kulit bayi.
Pada tahun 2016 lalu,firma johnson & johnson terpaksa membayar pampasan berjumlah AS$55 juta kepada keluar seorang wanita Amerika serikat yang didakwa mati akibat kanser ovari.
Sumber: eberita

No comments

Powered by Blogger.